Doa Sahur dan Berbuka Puasa
1. Niat Puasa Ramadhan
Niat puasa cukup dalam hati pada malam hari atau sebelum fajar, namun jika dilafalkan (menurut mayoritas ulama), lafaznya:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa-i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta’aala.
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
2. Doa/Ucapan Saat Sahur
Tidak ada doa khusus yang shahih dari Nabi saw. untuk dibaca setelah makan sahur, namun dianjurkan bersyukur. Cukup membaca:
Bismillah (sebelum makan).
Setelah selesai sahur, dianjurkan mengucap:
Alhamdulillahil ladzi ath-amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa minal muslimiin.Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang muslim.”
3. Doa Berbuka Puasa
Disunnahkan membaca doa ini setelah membatalkan puasa (minum atau makan kurma):
Dzahabazh zhoma-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
(ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ)Artinya: “Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Doa Buka Puasa
- Arab: اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
- Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar roohimiin.
- Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

